Tren Gowes di Masa New Normal

Tren Gowes

PlayxFit– Olahraga menjadi hal yang sangat penting walau kita masih melakukan berbagai kegiatan dari rumah. Selama masa pandemi ini, banyak orang berusaha untuk melepas penat. Salah satunya dengan bersepeda.

Berdasarkan data dari  Institute for Transportation & Development Policy (ITDP), jumlah pesepeda yang berlalu lintas di Jakarta meningkat hingga 1.000%. Angka yang sangat besar. Persentase itu memuncak usai pembatasan sosial di ibu kota berakhir pada 18 Juni lalu. Pada saat itu lekat dengan terminologi ‘PSBB Transisi’.

ITDP mencatat, setelah perkantoran diizinkan beroperasi kembali, dalam sehari jumlah pesepeda di kawasan bisnis Dukuh Atas naik, dari rata-rata 10 menjadi 235 pesepeda.

Nampaknya tren bersepeda ini tidak hanya di Indonesia saja, namun bersepeda atau gowes ini sudah menjadi tren global semasa pandemi ini. Selama tiga pekan pertama April lalu, misalnya, Cycling Scotland mencatat, terdapat peningkatan 25% jumlah pesepeda selama hari kerja di kota Edinburgh, Skotlandia. Pada akhir pekan, jumlahnya naik hampir dua kali lipat menjadi 454%.

Melihat di Amerika Serikat, menurut data Eco-Counter, terjadi peningkatan lalu lintas pesebeda di kawasan barat daya hampir 100%.

Saat Bersepeda, Lakukan Ini Agar Aman dari Covid-19 | by Homecare24.id | Medium

Manfaat Bersepeda

Berikut beberapa manfaat bersepeda :

1. Mengontrol berat badan

Bersepeda adalah cara yang baik untuk mengontrol atau mengurangi berat badan karena dapat meningkatkan metabolisme, membangun otot dan membakar lemak tubuh. Penelitian menunjukkan bersepeda selama satu jam dapat membakar 300 kalori. Riset dari Inggris juga membuktikan, bersepeda selama setengah jam setiap hari dapat membakar 5kg lemak dalam setahun.

2. Menjaga kesehatan jantung

Bersepeda dapat memperkuat otot jantung , menurunkan denyut nadi istirahat dan mengurangi kadar lemak darah. Penelitian juga menunjukkan orang yang rutin bersepeda terpapar polusi dua hingga tiga kali lebih sedikit daripada mereka yang menggunakan mobil sehingga dapat meningkatkan fungsi paru-paru. Riset dari Belanda membuktikan bersepeda secara teratur melindungi kita dari penyakit jantung.

3. Meminimalisir risiko diabetes

Diabetes tipe 2 merupakan masalah kesehatan yang paling serius. Kurangnya aktivitas fisik adalah penyebab penyakit tersebut. Riset dari Finlandia membuktikan, bersepeda 30 menit per hari mampu mengurangi risiko diabetes hingga 40%.

4. Meningkatkan kesehatan mental

Bersepeda secara teratur dapat mengurangi gangguan kesehatan mental seperti depresi, stres dan kecemasan. Hal tersebut karena bersepeda memiliki efek yang sama seperti liburan sehingga dapat mendorong dopamin yang memicu munculnya rasa bahagia.

5. Tidur lebih baik

Olahraga telah terbukti dapat membantu mengatur pola tidur. Salah satu alasannya mungkin karena efek pemanasan tubuh yang terjadi saat kita berolahraga. Peningkatan suhu yang diikuti oleh penurunan suhu setelah selesai bersepeda, mendorong kita tertidur lebih cepat dan pulas.

6. Meningkatkan fokus

Bersepeda dan aktivitas fisik dapat meningkatkan kadar dopamin, norepinefrin, dan serotonin otak yang semuanya memengaruhi fokus dan perhatian kita. Sehingga lebih baik aktif daripada berdiam diri saja.

7. Lebih banyak energi

Olahraga merupakan salah satu cara terbaik untuk mendapatkan lebih banyak energi. Saat berolahraga, kita memang menggunakan energi fisik, tetapi saat bersepeda akan memacu detak jantung, yang memberi banyak energi.

Tren gowes ini terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Beberapa orang suka bersepeda dengan kawan atau keluarga. Anda lebih suka bersepeda pagi atau malam hari? Entah pagi atau malam hari Anda berolahraga, tetap patuhi protokol kesehatan yang ada.

Mari lakukan kegiatan positif dan berolahraga di masa pandemi ini, agar tubuh kita tetap sehat walaupun hanya di rumah saja. Yuk, gowes !